Ini Dia 5 Cara Ampuh Dan Mudah Mencegah Terjadinya Gumoh Pada Bayi!!!

Posted by Ayead Gaptek on Sunday, April 15, 2018

Pernah Menggendong Bayi
Pernah menghadapi bayi muntah secara tiba-tiba sesaat usai menyusui? Bagi para ibu atau orang tua yang memiliki bayi, mungkin sering mengalami hal demikian. Muntah pada bayi atau dalam istilah medis disebut Gastroesophageal Reflux (GER) memang kerap terjadi pada bayi usia 0-3 bulan bahkan bisa berlanjut hingga 1 tahun. Tidak perlu khawatir, hal ini tidak akan terjadi terus menerus, biasanya usia 3 bulan ke atas, intensitas muntah sudah berkurang atau bahkan tidak terjadi lagi.
Muntah pada bayi atau yang lebih dikenal dengan sebutan gumoh, umumnya terjadi karena asupan air susu yang masuk ke dalam lambung terlalu banyak sementara lambung bayi masih kecil sehingga tidak dapat menampung dan akhirnya keluar dari mulut. Jika anda ingin mengurangi terjadinya bayi sering muntah , ada beberapa cara yang bisa dilakukan.

1.       Menyusui Dengan Porsi Kecil Tapi Sering

Ada baiknya para ibu memperhatikan jumlah ASI atau susu formula yang diminum oleh bayi. Air susu yang masuk terlalu banyak atau berlebihan dalam sekali minum dapat memicu terjadinya gumoh. Untuk mensiasati agar tidak muntah, berikan air susu dalam jumlah yang sedikit atau cukup namun dengan intensitas sering sehingga lambung dapat menampung dan bekerja dengan baik sesuai asupan air susu yang masuk.

2.       Sendawakan Bayi

Cara menggendong bayi dengan posisi tubuh bayi sedikit ditegakkan selama kurang lebih 15-30 menit dapat membantu timbulnya sendawa. Mengapa bayi perlu dibuat bersendawa setelah minum susu? Ini akan membantu keluarnya gas dalam perut bayi. Gas yang terlalu banyak dalam perut bayi tidaklah baik karena dapat membuat isi lambung naik dan terjadi muntah.

3.       Hindari Posisi Tengkurap

Apabila bayi sudah bisa tengkurap, hindari untuk membaringkannya dengan posisi tengkurap setelah minum susu. Akan lebih baik jika posisikan bayi dalam keadaan duduk terlebih dahulu dalam beberapa menit. Posisi tengkurap tidak baik dilakukan ketika perut sedang penuh atau kenyang karena akan memberikan tekanan pada bagian perut bayi.

4.       Ganti Susu Formula

Khusus untuk bayi yang minum susu formula, apabila gumoh terjadi diiringi dengan turunnya nafsu makan, perubahan feses, timbulnya gas berlebih serta tanda-tanda alergi, sebaiknya melakukan konsultasi ke dokter spesialis anak untuk mengetahui susu apa yang cocok. Sekitar 5% bayi dapat mengalami alergi susu dan juga kesulitan mencerna protein pada susu sapi sehingga ada sebagian bayi yang tidak cocok dengan susu tertentu.

5.       Usap Lembut Punggung Bayi

Agar bayi tetap merasa nyaman usai menyusu, usap lembut punggungnya sambil digendong. Begitu pula ketika bayi mengalami muntah, setelah ia muntah tenangkan dengan usapan lembut pada bagian punggung. Anda juga bisa mengoleskan sedikit minyak telon pada punggung dan bagian perut untuk membantu keluarnya gas dan membuat tubuh bayi tetap hangat. Lakukan cara menggendong bayi dengan perlahan dan tenang untuk mencegah bayi dari rasa stress sesaat setelah gumoh. 

{ 0 comments... read them below or add one }

Post a Comment

Please Comment About LED ?