DHA, Zat Penting Bagi Otak Bayi

Posted by Ayead Gaptek on Wednesday, December 18, 2019

DHA Kecerdasan

Masa kehamilan merupakan masa-masa efektif dalam membentuk kecerdasan dan menjaga kesehatan otak si kecil. Bayi yang mendapatkan asupan gizi seimbang dan cukup selama berada di dalam kandungan, akan lebih cerdas di masa yang akan datang. Tentu ditunjang pula dengan stimulasi yang tepat setelah masa kelahirannya.

DHA dan kecerdasan adalah hal yang berkaitan. Konsumsi DHA yang cukup dapat menunjang kesehatan otak dan kecerdasan si kecil. selain itu DHA juga berperan penting dalam menjaga kesehatan retina dan jaringan saraf mata ananda. DHA atau asam dokosaheksaenoat diklaim sebagai salah satu zat penting yang harus diasup secara berkelanjutan dan cukup untuk menunjang kesehatan otak dan mata bayi. Di samping beberapa zat lainnya seperti asam folat dan asam lemak omega 3.

Lalu, dari mana kita bisa mendapatkan DHA? Bayi di dalam kandungan akan endapat DHA dari plasenta, sedangkan setelah lahir, bayi akan mendapat DHA dari ASI. Ibu dianjurkan mengkonsumsi yoghurt, susu, sereal, telur, dan salmon dalam jumlah cukup agar tubuh dapat mengolahnya menjadi DHA yang akan diberikan pada si kecil. Bayi yang tidak mendapat cukup ASI bisa memperoleh asam dokosaheksaenoat dari susu formula. Perhatikan higienitas dan cara pemberian susu formula untuk mengurangi resiko terkontaminasi bakteri, karena beberapa bakteri seperti e-coli juga dapat berpengaruh pada kerusakan otak.

Walau DHA dan perkembangan otak janin berhubungan erat, namun beberapa faktor lain juga berperan penting dalam perkembangan otak dan kecerdasan si kecil. Misalnya asam folat yang berguna untuk mencegah kerusakan batang otak, dan zat besi yang berguna untuk membantu meningkatkan kecerdasan dan membawa oksigen ke otak.

Selain zat gizi, stimulasi  otak bayi akan berfungsi sempurna dan sinopsisnya akan bersambungan dengan optimal jika didukung oleh stimulasi yang baik. Menyusui bayi secara langsung juga merupakan stimulasi bagi panca indera dan otak bayi. Ibu sebaiknya mengusahakan ASI eksklusif selama 6 bulan dan meneruskan pemberian ASI bersama makanan pendamping ASI dengan gizi seimbang hingga si kecil berusia dua tahun. 

{ 0 comments... read them below or add one }

Post a Comment

Please Comment About LED ?